Rabu, 07 Desember 2016

Mengaitkan Youtube Dengan Google Adsense Yang Berbeda Email

Bagaimana cara mengaitkan pembayaran di Youtube dengan Google Adsense jika email berbeda? Mungkin kita mempunyai beberapa email dari google dengan nama lain yang kebetulan pernah mengupload video ke youtube di salah satu alamat email tersebut, sementara anda sendiri sudah mempunyai akun adsense di youtube anda.

Bagaimana jika akun yang berbeda email tersebut dikaitkan dengan google adsense anda saat ini? Jadi intinya, bagaimana mengaitkan beberapa akun youtube yang berbeda email dengan akun google adsense anda saat ini? Nah Ini yang akan kita bahas sekarang tahap demi tahap.
Pada dasarnya 1 akun adsense (dari youtube) bisa di gunakan untuk memonetizebeberapa akun youtube lainnya walaupun berbeda alamat email. Jadi iklan yang di tayangkan di video yang berbeda alamat email tersebut bisa di uangkan dalam satu akun adense saja.
Caranya sangat mudah, bila anda membaca secara lengkap tutorialnya. Jika sudah mempunyai akun google adsense dari youtube atau akun adsense reguler, maka untuk mengaitkan akun dari email yang berbeda adalah sebagai berikut.
1. Login ke akun Youtube Anda.
2. Buka Creator studio (kanan atas) yang bergambar gerigi  dekat foto profil.
3. Buka menu Saluran pada pilih bagian Monetisasi.
4. Pada halaman monetisasi, Anda akan membaca beberapa Pedoman dan Informasi terkait pembayaran akun Youtube. Silahkan pilih Bagaimana saya akan dibayar.
Setelah itu masuk ke tahap berikutnya dan lanjutkan ke akun google.
5. Pada tahap ini, masukkan email dan pasword dari akun adsense anda.
6. Langkah terakhir, klik Setujui pengaitan.
Dengan begitu akun youtube dari email yang berbeda sudah dikaitkan dengan akun adsense anda. Maka semua penghasilan dari setiap penayangan video di youtube akan di kelola secara langsung melalui dashboard akun google adsense anda. Dan masalah pembayaran dari google adsense menjadi hak anda.
Untuk akun youtube dengan email yang berbeda ini bisa di dapat dari teman atau saudara yang kebetulan mengupload video tetapi video tersebut tidak dimonetize (di uangkan) atau tidak diurus sama pemiliknya.
Asalkan video memenuhi kebijakan dan pedoman dari google adsense, video tersebut bisa di uangkan, dan dikaitkan langsung dengan akun adsense milik anda, walaupun berbeda alamat email.
Share:

7 Cara Menjadi Youtuber yang SUKSES MULAI DARI NOL

Bagaimana cara menjadi youtuber yang sukses mulai dari nol (zero subs)?
Ditengah ketatnya persaingan, sekarang semakin banyak youtuber-youtuber baru bermunculan namun sayangnya tidak semua youtuber bisa sukses dan menjadikan YouTube sebagai karirnya.
Perlu diperhatikan ada 2 jenis channel youtube yaitu:
  1. Channel yang sudah memiliki nama atau banyak subscriber, biasanya karena memiliki hubungan dengan artis/influencer/youtuber terkenal lainnya, memiliki koneksi yang baik, atau modal yang banyak (paid promotion).
  2. Channel yang dibangun dari nol, tanpa modal, dan tanpa koneksi sedikitpun.
Jika Anda adalah tipe yang kedua dan baru memulai karir Anda didunia YouTube (0 subsriber) maka artikel ini sangat cocok untuk Anda. Pada pembahasan kali ini, kita akan mempelajari bagaimana channel YouTube yang masih baru (0 subs) bisa merangkak naik menjadi youtuber yang sukses.
Ok, tanpa perlu banyak basa-basi, let’s learn.
Inilah 7 tips untuk menjadikan channel baru Anda sukses bersaing ditengah kejamnya dunia YouTube:
1. Video adalah konten, dan setiap konten membutuhkan audience/penonton
Sebagus apapun video yang Anda buat tetap tidak ada gunanya kalau tidak ada yang menonton, lalu bagaimana bisa mendapatkan penonton kalau subscriber channel kita masih nol (0)?
Hal yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menentukan siapa audience Anda.Orang-orang menonton YouTube karena berbagai alasan namun pada dasarnya ada 2 tujuan yang mereka cari:
  1. Entertainment = mencari hiburan, kesenangan, dan inspirasi
  2. Edukasi = mencari sesuatu untuk dipelajari, fakta/berita, dan ilmu pengetahuan
Tentu Anda bisa membangun channel yang melakukan keduanya bersamaan (entertain + educate), tapi jauh lebih baik Anda fokus pada 1 tujuan terlebih dahulu antara Anda ingin konten yang menghibur atau mendidik. Toh sesuatu yang menghibur bisa membawa nilai edukasi, begitu pula sebaliknya sesuatu yang mengedukasi bisa dibawakan dengan cara yang menghibur.
Dengan begini Anda akan lebih mengerti siapa target audience Anda dan apa yang mereka inginkan. Menariknya adalah dunia marketing YouTube tidak jauh berbeda dengan memarketingkan sebuah blog. Angap video pada sebuah channel YouTube sama dengan artikel pada sebuah blog.
Anngaplah Anda sedang menentukan niche pada sebuah blog, aplikasikan hal yang sama kedalam channel YouTube Anda.
2. Bangunlah subscriber channel Anda dengan natural
Sistem YouTube sendiri seperti campuran antara mesin pencari dan sosial media. Kita asumsikan:
  • Kolom pencarian YouTube sebagai search engine/google
  • Subscribers sebagai friends/followers sosial media
Hal yang pertama kali harus Anda fokuskan adalah membangun audience/subscriber, karena subscriber inilah yang bisa membuat Anda bertumbuh setiap harinya. Bagaimana caranya mendapatkan subscriber dengan cepat?
Inilah beberapa cara tercepat untuk mendatangkan subscriber:
– Membuat video yang berkualitas
Mungkin Anda juga sudah muak mendengar kata klise seperti ini “kualitas, kualitas, dan bla.bla.bla.” namun semua algoritma sistem baik mesin pencari/sosial media memprioritaskan “engagement”, sekarang adalah jamannya engagement, dan mereka yang membuat konten menarik dan berkualitaslah (engaging) yang akan menang.
– Buat sesuatu yang relevan dengan penonton
Seperti yang dikatakan pada poin no. 1, jika Anda mengerti siapa audience Anda, maka buatlah sesuatu yang “mereka cari”, “mereka butuhkan”, dan memang “ingin mereka tonton”.
Diawal-awal setiap views sangat berharga, setiap detik yang mereka habiskan pada video-video Anda adalah aset. Buatlah video yang jelas khususnya di 5-15 detik pertama, dalam waktu sesingkat itu pastikan penonton sudah mengerti apa yang akan mereka tonton.
Ingat Anda bukan youtuber terkenal dengan ratusan ribu subscriber, Anda bukan anak presiden/artis, Anda tidak bisa melakukan hal-hal sembarangan/random lalu mendapatkan viewers begitu saja.
– Optimasi judul dan gambar thumbnail sebaik mungkin
Beberapa youtuber baru menganggap sepele hal seperti ini padahal efeknya sangat berpengaruh. Bagi mereka yang tidak memiliki audience sama sekali, maka judul dan thumbnail adalah satu-satunya cara video Anda bisa mendapatkan kesempatan untuk dilihat. Sebelum orang menonton video Anda, mereka hanya melihat sebuah judul dan gambar pada video Anda, jika mereka tidak mengeklik link/video tersebut maka sampai kapanpun Anda tidak akan pernah mendapatkan kesempatan untuk ditonton oleh siapapun.
Berikan waktu untuk mengoptimasi judul dan gambar thumbnail video Anda, hampir 90% video diklik karena judul dan thumbnailnya namun ingat jangan pernah membuat judul/gambar yang missleading dan tidak relevan. Reputasi diawal adalah segalanya, jangan hancurkan itu hanya untuk sebuah klik.
3. Mulai dari lingkaran sosial Anda dan jangan menggunakan teknik black-hat
Jelas cara terbaik untuk mendapatkan penonton (khususnya saat pertama kali mulai) adalah dengan mendistribusikan konten Anda ke teman-teman atau lingkaran sosial terdekat Anda entah itu di sosial media seperti Facebook/Twitter/Instagram/Line/dll. Jangan sekali-sekali melakukan spam di sosial media/forum karena YouTube sangat membenci spam(khususnya dari sosial media), ada kemungkinan besar akun Anda akan dibanned jika melanggar ketentuan ini.
Biarlah penonton datang secara natural (white-hat) walaupun akan makan waktu lama, namun memang begitulah caranya. Hampir semua youtuber yang sukses memerlukan setidaknya 1 tahun sampai mereka mulai mendapatkan trafik/penonton dan subscriber sedikit demi sedikit. Konsistensi bertumbuh secara perlahan jauh lebih baik, daripada ledakan trafik sesaat yang hilang dengan cepat begitu saja.
Kolaborasi dengan teman Anda atau youtuber lain
Jika memungkinkan lakukan colab/kolaborasi dengan youtuber lain, tidak apa-apa walaupun mereka tidak memiliki banyak subscriber atau bahkan zero subs, tujuan utama kolaborasi adalah mutualisme dalam sebuah konten, tentu akan jauh lebih cepat jika Anda bisa berkolaborasi dengan youtuber yang lebih terkenal, namun pada intinya sebuah kolaborasi bertujuan untuk memperkaya konten/video yang secara tidak langsung juga berpotensi membawa subscriber-subscriber baru.
Balas komentar di video Anda dan juga berikan komentar di video youtuber lain
Ini adalah hal yang sangat simpel, youtuber-youtuber yang super sukses pada awalnya juga melakukan hal ini. Mereka membalas setiap komen yang ada di videonya, dan mereka juga meninggalkan komentar di video youtube orang lain (namun jangan sampai spamming). Dengan begini Anda bisa membangun interaksi positif dengan para penonton dan youtuber-youtuber lainnya.
4. Optimasi tampilan dan deskripsi channel YouTube Anda
Jika Anda perhatikan semua poin-poin diatas, ternyata memarketingkan sebuah channel YouTube prinsipnya sama seperti memarketingkan sebuah blog.
  • Menentukan konten/video sama seperti menentukan niche blog.
  • Membuat video berkualitas sama seperti membuat artikel berkualitas.
  • Kolaborasi dengan youtuber lain sama seperti guest posting.
  • Berkomentar di channel youtube lain sama seperti blogwalking.
Jika Anda membuat blog baru, maka yang pertama kali Anda optimasikan tentu adalah blog itu sendiri (on-page), yang mengejutkan adalah ternyata banyak youtuber baru diluar sana yang tidak melakukan optimasi channelnya sendiri, padahal sangat simpel dan hal ini justru bisa sangat penting.
  • Buatlah deskripsi singkat dibagian “about” tentang apa konten-konten channel yang Anda buat dan intro singkat yang perlu disampaikan.
  • Koneksikan channel YouTube Anda dengan channel sosial media/website yang Anda miliki termasuk kontak email jika perlu.
  • Pasang gambar yang menarik dibagian home/feature channel Anda dan kalau perlu buat trailer (tidak harus) supaya audience semakin tertarik untuk meng-subscribe channel Anda.
  • Jika Anda sudah memiliki banyak video, maka kategorikan video-video tersebut dibagian playlists supaya user juga lebih mudah menonton daftar video-video yang Anda buat.
  • Yang tidak kalah penting adalah optimasi setiap video dibagian judul, deskripsi, dan tag (sama seperti SEO), buatlah senatural dan serelevan mungkin, jangan pernah melakukan keyword stuffing atau spam keyword berlebihan (spam = bunuh diri).
5. Pahami dengan baik algoritma YouTube dan bermain sesuai dengan aturannya
Seperti yang dikatakan sebelumnya, sekarang adalah jamannya engagement, entah Anda bermain di search engine (SEO), sosial media, termasuk YouTube, mereka yang menang adalah mereka yang kontennya jauh lebih engaging/menarik daripada yang lain.
Karena itu missleading title, missleading thumbnail, spam keyword dan klik sudah tidak memiliki pengaruh yang berarti, bahkan bisa cenderung pada banned sebuah akun.
Ingat YouTube adalah sebuah bisnis, mereka ingin user menghabiskan banyak waktu diplatform mereka, karena itu mereka rajin mempromosikan channel (recommended videos/channel) yang bisa membuat penontonnya menghabiskan banyak waktu kunjungan (watch time) di channel tersebut.
Inilah beberapa faktor terpenting dalam engagement sebuah channel YouTube:
  • Faktor terpenting dan tetap yang nomor 1 adalah jumlah waktu kunjungan (watch time), sejauh ini (2016) YouTube masih memprioritaskan jumlah waktu kunjungan sebagai indikator kualitas sebuah video/channel. Mereka yang memiliki banyak jumlah waktu kunjungan akan mendapatkan ranking/posisi yang lebih baik pada hasil pencarian dan juga akan mendapat free promotion/promosi cuma-cuma dibagian home/recommended channel.
  • Jumlah views pada sebuah video. Semakin banyak tentu semakin bagus, ingat bahwa views tidak dihitung berdasarkan klik, tetapi setelah user menonton minimal selama 30 detik atau setengah durasi video yang bersangkutan. Jika 10 detik pertama user pergi meninggalkan video Anda, maka itu tidak dihitung sebagai sebuah views. Views yang lebih banyak biasanya akan mendapat ranking yang lebih baik pada pencarian (dengan catatan jumlah waktu kunjungannya juga baik).
  • Rasio like dan dislike. Walaupun tidak berpengaruh banyak, tetapi perbandingan like dan dislike juga mempengaruhi engagement dan menjadi pertimbangan YouTube dalam menentukan ranking pada hasil pencarian.
  • Subscriber dan social share. Channel/video yang berhasil mendapatkan banyak subscriber dan social share bisa menjadi sinyal positif bagi engagement.
  • Komentar. Mungkin komentar adalah faktor yang paling sedikit berpengaruh karena biasanya komentar berisi spam/promosi, orang iseng/troll, atau campuran antara komentar positif dan negatif.
Semua faktor engagement diatas menentukan seberapa jauh ranking/peringkat Anda pada hasil pencarian sebuah kata kunci (keyword), karena itu jelas hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk mengoptimasi semua engagement diatas adalah membuat konten yang sangat berkualitas.
Konten dengan judul yang sedikit clickbait/ego bait juga tidak begitu bermasalah asalkan tidak missleading dan worth it, artinya user yang mengeklik video tersebut tetap mendapatkan konten yang relevan dan menghabiskan waktu yang cukup lama minimal 60-70% dari total durasi video (watch time).
Pada akhirnya konten adalah raja, “isi video” tetaplah elemen yang paling penting.
6. Kualitas views > kuantitas views
Anda tidak perlu jutaan views untuk mendapatkan peringkat yang bagus, terkadang dengan 1.000-2.000 views pun asalkan berkualitas (user menonton >50% durasi konten) video Anda bisa mendapatkan ranking 1-3 pada hasil pencarian suatu keyword, karena itu 1.000 subscriber pertama Anda adalah investor terbaik Anda.
Tanpa mereka (1.000 first subscriber) kemungkinan besar channel Anda tidak akan kemana-mana, setelah Anda mendapat ribuan subscriber, bahkan Anda bisa lebih fokus pada kualitas video karena subscriber ini dengan sendirinya akan membantu promosi video-video Anda.
Saat pertama kali mulai (0 subs) Anda bisa mencoba berbagai cara untuk mendapatkan views/subscriber ini, namun beberapa cara yang menurut saya efektif dan murni (white-hat) adalah:
  • Kolaborasi dengan sesama youtuber lain atau influencer.
  • Jika Anda memiliki blog, tidak ada salahnya Anda menempelkan video Anda pada sebuah postingan (embed) karena walaupun video YouTube ditonton pada sebuah blog, itu juga tetap dihitung sebagai views. Dengannya Anda bisa memperluas jangkauan promosi video Anda di mesin pencari (Google).
  • Buat konten yang berpotensi viral (sesuatu yang orang lain mau bagikan).
  • Buat tombol call-to-action diakhir video seperti “subscribe” atau “tonton video yang sebelumnya”. Anda juga bisa taruh link dibagian deskripsi video untuk meminta user melakukan “action” yang diinginkan.
Pada awal karir YouTube Anda, setiap views dan subscriber sangat penting, jangan sia-siakan setiap user yang datang, buatlah konten berkualitas secara kontinyu, channel Anda akan sangat beresiko dan sulit berkembang jika Anda hanya mengupload video sebulan sekali, biarpun kualitas lebih besar bobotnya dari kuantitas, faktanya orang akan mudah lupa dengan channel yang tidak sering diupdate.
Normalnya buatlah konten 1-2x seminggu, tetap prioritaskan kualitas namun jangan juga sampai mengabaikan kuantitas sama sekali. The more you make, the more people will find you.
7. Terima masukkan/feedback dari penonton Anda
Beberapa orang akan mengomentari video Anda, sebagian akan bersifat trolling (silahkan diabaikan), beberapa akan negatif, dan sebagian lainnya akan membangun.
Terimalah semua feedback ini untuk memperbaiki konten Anda yang berikutnya, entah itu positif atau negatif, memiliki seseorang yang mengkritik atau mengoreksi karya Anda tetap jauh lebih baik daripada tidak ada yang berkomentar sama sekali. Itu tandanya mereka masih peduli dan perhatian dengan karya-karya Anda.
Dan yang lebih penting jangan takut untuk bertanya kepada para fans/subscriber Anda.
Tidak ada salahnya meminta masukkan, atau tanyakan apa yang sedang mereka inginkan, ajaklah subscriber Anda untuk terlibat, berinteraksilah supaya merekapun juga semakin tertarik dengan konten-konten Anda, pada akhirnya semua creator dan karya yang diciptakan bertujuan untuk menghibur konsumennya (user).
Sebagai youtuber Anda harus komitmen memberikan konten yang dibutuhkan oleh subscriber Anda, entah itu hiburan, seni, pendidikan, dll. Teruslah dekat (stick) dengan subscriber Anda karena merekalah Anda bisa sukses.
Itulah cara supaya Anda bisa membangun channel YouTube yang sukses, pada prakteknya bisa saja tidak semulus teori diatas, karena itu hal yang paling krusial adalah perhatikan data YouTube Analytics Anda, perhatikan video mana yang memberikan hasil yang lebih baik (engagement), analisa sumber trafik mana yang paling menghasilkan, dan seperti apa demographics audience Anda.
Cara terbaik untuk memaksimalkan potensi YouTube Anda tentunya dengan mencoba sebanyak-banyaknya cara (white-hat) yang sudah Anda ketahui, perhatikan hasil analytic-nya, dan fokuskan pada yang memberi hasil terbaik.
Sekarang tinggal mengambil tindakan, lakukan dan aplikasikan apa yang sudah Anda pelajari secara nyata.
Share:

Selasa, 06 Desember 2016

4 Perubahan Penting pada Sistem Algoritma & Monetisasi Youtube

Belakangan ini para youtuber dikejutkan dengan munculnya sistem de-monetization pada video-video mereka. Jadi beberapa video yang mereka upload terkena de-monetize sehingga konten tersebut tidak akan menampilkan iklan dan jelas video tersebut tidak akan menghasilkan uang (revenue) sama sekali.
Sebenarnya ini bukan hal yang baru, algoritma dan sistem monetisasi YouTube sudah berubah sejak lama yaitu sejak tahun 2012, bisa dikatakan tahun 2012 adalah tahun dimana YouTube mengubah segalanya mulai dari perhitungan views, promosi channel, distribusi subscriber dan termasuk monetisasi video.
Tujuan dari perubahan algoritma ini adalah untuk memerangi para user yang curang seperti menggunakan judul clickbait, misleading thumbnail, pencurian konten (copas), dan semacamnya. Namun biar bagaimanapun tidak ada sistem/algoritma yang sempurna, sayangnya ada juga youtuber-youtuber jujur dan bersih yang terkena dampak negatifnya.

1. Perhitungan views
Views tidak lagi dihitung berdasarkan klik, melainkan setelah user menonton video minimal selama 30 detik atau setengah dari durasi video yang bersangkutan. Logikanya begini, jika seseorang mengeklik sebuah judul/thumbnail video dan menemukan konten yang tidak sesuai dengan harapannya (misleading) maka mereka akan pergi (click away) meninggalkan video tersebut dalam seketika.
Karena itu pula ada tampilan preview kecil (mini preview) yang muncul jika Anda mengarahkan kursor mouse pada detik dan menit tertentu dalam sebuah video.
Sistem ini bekerja cukup efektif karena sangat membantu dalam memerangi clickbait dan konten misleading lainnya, selain itu user jadi menghemat banyak waktu karena bisa segera tahu/mengira-ngira melalui mini preview apakah konten tersebut layak ditonton (worth it) atau tidak.
2. Promosi channel
Jika Anda membuka halaman homepage Youtube.com maka Anda akan disuguhi video-video dari berbagai channel yang ada, biasanya kita sebut sebagai recommended channel/videos.Video atau channel yang lebih sering dipromosikan dan direkomendasikan oleh YouTube tentu akan mendapat lebih banyak views, lebih banyak subscriber, semakin viral dan semakin populer.
Apa yang membuat sebuah video/channel lebih sering mendapatkan promosi (free promotion) dari YouTube?
Ada 2 hal mengapa YouTube merekomendasikan video kepada Anda, pertama karenaengagement dan kedua karena watch time. Jika Anda sering menonton youtuber X (terlebih jika sering like dan komen) maka YouTube akan lebih sering menampilkan video-video X pada bagian recommended videos, jelas karena setiap aktivitas Anda di YouTube akan selalu dianalisa (cookies), intinya YouTube selalu berusaha memberikan konten yang menurut mereka paling menarik dan relevan untuk Anda (engagement).

Lalu yang berikutnya adalah watch time. Semakin banyak “jumlah waktu kunjungan” pada sebuah video/channel maka semakin besar kemungkinan YouTube mempromosikannya secara cuma-cuma. Mengapa? Karena sekarang adalah jamannya engagement, dimana seberapa lama (retention) orang menonton menjadi faktor terpenting dalam menentukan kualitas.
Walaupun Anda tidak memiliki banyak views, Anda tetap bisa mendapat ranking yang baik pada pencarian termasuk promosi jika memiliki retention time user yang baik. Hingga saat ini “watch time” masih merupakan kunci kesuksesan yang paling penting di YouTube.
Namun dibalik itu semua ada beberapa kesalahan/celah dalam sistem tersebut.
Konten yang sering menggunakan clickbait/misleading thumbnail tetap bisa mendapatkan promosi dari YouTube jika penontonnya tetap menghabiskan waktu yang lama (watch time) untuk menonton video tersebut. Kita sering melihat video-video dewasa atau kontroversi direkomendasikan bukan karena isinya relevan/bagus tetapi karena tetap banyak orang yang nontonin sehingga jumlah waktu kunjungannya sangat tinggi dan akhirnya malah mendapat promosi.
Kita tahu banyak orang mesum di internet, karena inilah video-video berbau vulgar/dewasa sangat mudah mendapat promosi, toh pada akhirnya kualitas/isi tidak begitu penting karena yang jauh lebih penting “dimata algoritma” adalah apakah video tersebut mendapat banyak watch time atau tidak. Sistem YouTube sendiri tidaklah sempurna, mereka menggunakan bot yang tentu tidak bisa menilai kualitas seperti manusia, dimata “robot” video yang lebih banyak watch timenya dianggap lebih berkualitas dan layak mendapatkan promosi.
Karena ini juga kita sering melihat video daily vlog dan gaming muncul dibagian home/recommended channel, karena format video vlog/gaming itu durasinya lama dan lebih mudah diproduksi sehingga kuantitas video yang dihasilkan lebih banyak daripada video-video sketsa/animasi dan sebagainya, alhasil mereka (vlogger & gamer) lebih potensial mendapatkan banyak watch time dan promosi dari sistem YouTube.
Salah satu dampak negatif dari watch time ini adalah youtuber-youtuber yang mendedikasikan kualitas seperti membuat sketsa/animasi dimana mereka akan menghabiskan banyak waktunya hanya untuk sekedar video pendek justru semakin sulit mendapatkan bantuan free promotion dari YouTube (karena otomatis watch timenya lebih sedikit).
Tentu video-video pendek yang berkualitas masih bisa mendapatkan promosi namun harus di backup dengan angka views yang lebih banyak dari biasanya. Ironisnya mereka yang memberikan kualitas yang sesungguhnya (membuat video yang lebih sulit diproduksi) malah jarang dipromosikan karena adanya faktor watch time ini, mungkin karena itulah kita sering melihat youtuber-youtuber membuat channel kedua (tambahan) yang isinya berupa behind the scene dari channel utamanya termasuk vlog/kegiatan sehari-hari dari youtuber tersebut.
3. Distribusi subscriber
Banyaknya jumlah video yang diupload dan jumlah user yang mengsubscribe berbagai channel, membuat algoritma harus bekerja semakin keras untuk menampilkan video-video yang paling menarik dan relevan untuk Anda.
Mendapatkan views di YouTube semakin hari semakin sulit karena setiap saat selalu ada video-video baru diupload, youtuber baru bermunculan, dan otomatis membuat para user/subscriber memiliki semakin banyak pilihan.
Sama seperti distribusi news feed pada Facebook, jika sudah terlalu banyak konten maka algoritma akan mengeliminasi hal-hal yang dianggap tidak penting dan lebih sering menampilkan apa yang mereka anggap paling menarik untuk Anda (engagement).
Di Facebook jika teman Anda memposting sesuatu (status/foto/dll) dan Anda tidak pernah merespon apapun sama sekali maka lama kelamaan teman Anda akan menghilang dari news feed. Hal yang sama juga terjadi pada YouTube, anggap saja “friends” di Facebook sebagai “subscribers” pada YouTube, jika Anda sudah mengsubscribe sebuah channel namun tidak pernah menonton video-video channel tersebut lagi dalam waktu yang lama maka begitu mereka mengupload video baru Anda tidak akan mendapatkan notifikasi.
Hal ini membuat youtuber harus bekerja lebih keras lagi untuk membangun audiencenya, karena tidak semua subscriber yang sudah mereka dapatkan akan mendapat notif dan menonton video yang baru saja mereka upload. Anda pasti sudah sering melihat bukan youtuber yang memiliki 1 juta subscribers hanya mendapat sekitar 100.000-500.000 views untuk setiap video yang mereka upload. Artinya ada sebagian besar subscriber yang sudah menghilang dan tidak peduli lagi dengan channel tersebut.
Biasanya subscriber ini menghilang karena 2 faktor yaitu berdasarkan time based danengagement based.
Jika Anda tidak mengupload video selama lebih dari 2 minggu, maka channel Anda mulai berada dalam bahaya karena dalam selang waktu tersebut kemungkinan besar subscriber Anda tidak akan menonton video apapun di channel Anda dan dimata YouTube mereka (subscriber) sudah tidak tertarik lagi dengan channel Anda sehingga pada upload video yang berikutnya subscriber Anda tidak akan mendapatkan notifikasi apapun. (time based)
Lalu jika Anda sering mengupload video dan subscriber Anda cenderung menghiraukannya (walalupun mendapat notifikasi), maka dimata YouTube channel Anda sudah tidak menarik lagi bagi mereka dan pada upload-upload berikutnya video Anda akan hilang dari notifikasi para subscriber. (engagement based)
Sama halnya seperti Facebook, sebagai youtuber Anda harus memperlakukan subscriber layaknya seorang teman, ingat bahwa sekarang ini adalah jamannya engagement, youtuber yang bisa menarik perhatian banyak orang dan terus membuat mereka kembali lagi (engage) akan menjadi pemenangnya.
4. Monetisasi video

Inilah sistem yang belakangan ini sedang heboh (Sept 2016) yaitu YouTube de-monetization. Sebenarnya YouTube sudah melakukan de-monetize video berdasarkan pedoman konten yang ramah pengiklan sejak 2012, namun baru “memberitahukannya” kepada kreator sekarang.
Seperti poin-poin sebelumnya, ini semua dilakukan oleh sistem dan algoritma, robot YouTube akan melihat pada metadata sebuah video dan faktor-faktor lainnya untuk menentukan apakah video tersebut ramah pengiklan (advertiser-friendly) atau tidak.
Video yang dianggap tidak ramah pengiklan seperti konten berbau sex, kekerasan, terorisme, bahasa kotor, perjudian, narkoba, kontroversi politik, dan semacamnya akan terkena de-monetize sehingga tidak akan ada iklan yang muncul, artinya walaupun video tersebut mendapatkan banyak views termasuk promosi mereka tidak akan mendapatkan uang/revenue sama sekali dari video tersebut.
Tentu ini hal yang baik karena dengan begini para pembuat konten sampah yang sering menggunakan clickbait itu tidak akan mendapatkan apa-apa dan akan kapok/berhenti dengan sendirinya. Jadi para kreator sampah ini terkadang dibiarkan saja oleh YouTube mendapat banyak views namun tidak ada reveneunya sama sekali.
Masalahnya adalah beberapa kreator yang kontennya bersih kadang juga ikut terkena de-monetize karena kesalahan sistem/algoritma dan yang lebih buruk adalah mereka tidak bisa melakukan apa-apa terhadap hal itu. Karena itulah YouTube sekarang mengubah ketentuannya yaitu:
  • YouTube sekarang memberitahu Anda jika sebuah video terkena de-monetize dengan munculnya notif disamping video bersangkutan berupa simbol dolar kuning.
  • YouTube juga mengijinkan Anda untuk meminta (request) mempertimbangkan kembali video yang terkena de-monetize (manual review), tujuannya untuk memonetize kembali video yang Anda rasa terkena de-monetize karena kesalahan pada sistem. Video yang terbukti ramah pengiklan setelah diinvestigasi maka bisa kembali dimonetize seperti biasa.
Banyak youtuber yang protes karena baru diberi tahu sekarang (padahal sudah terjadi sejak 2012), dari dulu banyak youtuber yang bingung mengapa penghasilannya tidak menentu dan sulit dianalisa, ya jelas karena kemungkinan ada beberapa video mereka yang sudah terkena de-monetize namun mereka tidak tahu akan hal itu, kalau tahupun juga mereka tidak bisa berbuat apa-apa pada saat itu. Artinya selama 4 tahun (2012-2016) para youtuber telah kehilangan potensi penghasilan yang cukup signifikan.
Walaupun tujuan awal dari de-monetize ini adalah supaya para advertiser tidak merugi karena iklannya terpasang pada video-video sampah seperti clickbait dan konten misleading lainnya, namun namanya sistem tidak ada yang sempurna, beberapa youtuber yang murni/bersih juga terkena imbasnya dan akhirnya malah kehilangan potensi revenue selama 4 tahun terakhir ini, untungnya dengan sistem yang sekarang Anda bisa melakukan sesuatu terhadap hal itu.
Info monetize tambahan:
YouTube membagi share revenue sebesar 45/55, jadi penghasilan iklan akan dibagi sebesar 45% untuk YouTube dan 55% sisanya untuk kreator/youtuber. YouTube sendiri tidak membeberkan sharing revenue tersebut secara resmi/official, namun angka 45% adalah dugaan yang paling akurat berdasarkan data-data yang ada.
Lalu untuk video yang berdurasi lebih dari 10 menit, kita bisa menaruh iklan ditengah-tengah video (bonus ads) yang berpotensi menampilkan iklan lebih banyak dan dengannya mendapat penghasilan yang lebih banyak pula.


Faktanya walaupun Anda memahami bagaimana sistem algoritma YouTube bekerja sekarang, tidak ada yang tahu persis 100% cara kerjanya karena memang tidak mungkin mereka (YouTube) membeberkan rahasia/algoritmanya kepada publik. Mengapa? Karena orang-orang pasti akan mencurangi sistem yang ada.
Saya selalu ingat nasihat yaitu Google/YouTube jauh lebih pintar dari Anda, jangan coba-coba mengakali sistem yang mereka buat. Bermainlah sesuai aturannya dan manfaatkan sistem/algoritma tersebut sebaik mungkin. Google bukannya membenci mereka yang mengetahui algoritmanya, tetapi mereka membenci orang yang selalu berusaha mencurangi/menipu algoritma yang sudah ada.
Biar bagaimanapun, walau namanya adalah YouTube pada akhirnya itu tetaplah TheirTube. Anda menggunakan platform orang lain yang setiap saat ketentuan dan algoritmanya bisa saja berubah sesuka hati mereka (Google), maka dari itu sangat penting bagi kita sebagai user untuk memahami tujuan dari sistem yang ada dan bermain lebih baik dari yang lain.
Share: